Postingan

Menampilkan postingan dari Juni, 2019

Kura-kura

Seperti hilang, tapi masih berada dimana-mana. Seperti sunyi, tapi masih bisa mendengar suara orang lain. Seperti sesak, tapi angin sedang kencang-kencangnya. Seperti sedang berada di keramaian, tapi hanya dirimu sendiri yang ada disitu. Yang hanya bisa mengerti atau bahkan sulit untuk beradaptasi. Lewat pandangan orang lain, orang yang seperti ini kadang di definisikan seperti kura-kura. Yang hanya mau tinggal di rumahnya sendiri dan nyatanya memang harus begitu. Tidak mau kemana-mana hanya berada di rumahnya. Mungkin orang seperti itu bisa di bilang begitu. Mereka nyaman dengan rumahnya sendiri. Mereka tidak mau kemana-mana. Mereka lebih senang sendiri daripada terus mengobrol yang sebenarnya jika di pikir tidak ada artinya sama sekali. Berbincang memang hal yang menyenangkan. Seakan ada dunia baru yang membuat perpustakan kecil di otak kita mengharuskan berpikir dan merespon. Tapi, jika sehobi . Ya, mana ada orang yang sedang berbincang tidak mau membicarakan tentang kegemaran y...

Semudah itu aku mencintaimu, sesulit itu kamu membalas rasa suka ku

Sebagian hal tak pernah berarti apa-apa  bagimu. Seperti saat aku menganggapmu kau mengacuhkanku. Terlambat menyadari bahwa selama ini kau hanya ingin ditemani. Terlambat menyadari bahwa kau tak pernah ada disini. Dan terlambat menyadari bahwa kau telah menemukan tambatan hati. Hal yang tak aku kuasai akhirnya kau dapatkan dari orang lain. Dia yang lebih pandai berdandan, dia yang lebih pandai menunjukkan wajah menawan, dia yang lebih pandai berjalan berlenggak-lenggok.  Berbanding terbalik dengan aku yang tak pernah merawat wajah, yang tidak pernah percaya diri dalam berpose, bahkan berjalan layaknya model wanita diluar sana. Dalam waktu yang lalu, aku dan kau saling mengenggam erat tangan. Dan berambisi bahwa kita adalah dua manusia yang akan terus menerus bersama. Hingga akhirnya rasa yang aku kira bahagia nyatanya hanya memberi luka yang semakin tertegun hebatnya. Aku tak akan lagi berharap padamu. Kenapa? Ya karena aku tahu semakin aku berharap semakin tinggi rasaku in...

Antan patah, lesung hilang

Semenyakitkan apa pun aku di matamu tak akan pernah membuatmu berhenti membisu. Semenyakitkan apa pun aku di hadapanmu tak akan pernah membuatmu merentangkan dekapanmu. Semenyakitkan apa pun aku di hidupmu tak akan pernah membuatmu membukakan pintu untukku. Aku telah berjuang, tapi nyatanya hanya terbuang. Aku telah mencintai, tapi nyatanya hanya dibenci. Aku telah berdoa, tapi nyatanya hanya kosong yang aku punya. Sehina itu kah aku? Sebenci itu kah kamu? Kenapa hanya luka yang perih yang aku dapat dari cinta yang tak pernah pulih? Kenapa hanya rasa yang merana yang aku dapat dari cinta yang tak pernah terasa? Kenapa hanya batin yang menjerit yang aku dapat dari cinta yang membuat sakit? Kamu tidak pernah sadar atau enggan menyadari sendiri? Tentu aku akan senang jika kamu mau menyadari.  Supaya aku tak terbebani oleh rasa yang semakin dalam semakin tak berarti. Kamu tidak pernah merasa atau enggan merasai? Tentu aku akan terbuka lebar menerimamu jika kamu sudah merasai bahwa ...