Postingan

Menampilkan postingan dari Agustus, 2022

Tulisan 1

Semoga saat semua terasa lebih ikhlas dan melepas, Tuhan dengan bangga memperkenalkan kepadaku sosok yang selama ini kucari. Bukan, mungkin bukan dirimu tetapi pria lain yang Tuhan takdirkan sebagai pelengkapku.  Yang mau setiap berjalan berdua, selalu membahas buku apa yang sedang di baca. Yang mau setiap berjalan berdua, selalu membahas isu yang tengah hangat di media sosial. Yang mau setiap makan berdua, selalu mewajari sikapku yang tidak pernah kenyang. Yang mau setiap berbicara berdua, selalu menenangkanku yang sering menangis tanpa sebab. Nanti, saat waktunya itu tiba. Aku harap semua ingatan tentangmu hilang dan di ganti dengan kenangan yang bisa ku ceritakan kepada orang tua dengan bangga.  Semoga, semoga Tuhan dapat memberiku sosok yang akan menjadi penyembuh traumaku sampai detik ini. Aamiin

Masa Kecil

 Aku baru saja memotret foto yang sudah ada di album foto usang milik ibukku yang di ambil dengan kamera pakdheku, mungkin saat usiaku masih belum masuk sekolah dasar.  Tidak bohon kalau aku merasa sangat ingin kembali, melihat foto itu membuatku sedih. Ingin kembali ke masa itu saja tetapi aku sudah melangkah jauh sekali. Kalaupun kembali ke masa lalu, apakah bisa? Kan tidak ada doraemon atau kafe antik bawah tanah seperti di buku Funiculli Funiculla.  Menyadari juga bahwa aku dan mbakku tidak pernah merasa akur. Aku kalau cerita begini kaya orang paling sedih di dunia haha. Ya gapapa seharusnya, kan yang aku rasakan sendiri bukan dari kisah orang lain.  Melihat foto masa kecil, hanya satu yang aku inginkan. Semoga orang tuaku panjang umur.

Apa kabar?

 Sudah lama sekali aku tidak menulis bahkan sampai lupa rasanya. Sudah lama juga aku tidak membaca buku yang berkaitan dengan sastra. Bukan, bukan aku tidak tertarik lagi tetapi di saat aku mencoba untuk membaca lagi, itu semakin mengingatkanmu.  Aku akui, sangat sulit untuk melupakanmu bahkan di tahun ke-6 ini pun aku sering menebak bagaimana keadaanmu sekarang. Kalau kamu mau tahu, aku baik-baik saja. Kalau tidak mau tahu, ya tidak apa-apa, wajar kan? Memangnya siapa aku di hidupmu.  Meskipun aku baik-baik saja, aku sering merasa kesepian dan sedih dalam jangka waktu yang panjang. Memikirkan Program Kerja yang   belum selesai. Aku menjabat sebagai ketua di himpunan jurusanku, berat kan? Tapi tidak apa-apa.  Sebenarnya perasaan tidak puas selalu menghantuiku, aku selalu tidak puas dengan hasil kerjaku meskipun kata orang lain, aku sudah hebat. Tapi buat apa merasa hebat jika di ucapkan di mulut orang lain? Wong aku kadang membenci diriku sendiri. Tapi ya aku t...