Postingan

Teh Hijau-nya Tulus

 tulus habis rilis lagu baru, judulnya Teh Hijau. dengerin lagu ini, rasanya kaya buat aku banget. sudah beberapa kali ku coba untuk get to closer dengan lawan jenis tapi tidak ada spark yang bisa membuatku senang seperti sebelumnya.  sudah lewat 10 tahun tapi spark berbinar dan semangat itu belum juga muncul kembali hingga saat ini. semua cara sudah aku lakukan, berolahraga, membaca buku, bekerja, mendaki tapi semua usaha itu masih belum bisa untuk memulihkannya. seperti lagu Teh Hijau, akan ku cari penyebabnya, akan ku ikuti alurnya.

Hilang Rasa

Ternyata sudah hampir mau dua tahun ya, aku ga nulis lagi. Tapi, aku masih suka baca buku kok.  Umur aku sekarang udah 24 tahun, lebih jauh dari pertama kali saat memutuskan buat akun Blogger ini. Waktu terus berjalan ternyata ya. Hidupku? Biasa aja, rutinitasku sama kaya orang lain. Kerja, pulang, kerja, pulang. Banyak hal yang diluar ekspektasiku setahun ini. Semenjak aku lulus kuliah, kehidupan berjalan terasa sangat cepat. Aku sampai lupa apa aja yang pernah aku lakukan di tahun 2025 sampai sekarang.  Anehnya, sampai sekarang, di tahun 2026 ini, aku masih belum menemukan hal yang membuatku merasa "aku pantas untuk di cintai". Aku masih takut menerima seseorang masuk di kehidupanku, pikiranku selalu berputar pada ending terburuk meskipun aku tahu, ngga semua orang punya pemikiran yang sama kaya aku, terlebih baru awal PDKT. Aku sudah mencoba untuk mencintai diriku sendiri, sudah mulai suka berdandan dan berfoto. Tapi,  untuk menerima seseorang masuk ke kehidupanku rasa...

Apakah aku sudah siap?

 Tepat 2 minggu yang lalu, aku sudah bergelar Sarjana. Belum ada perubahan apapun yang terjadi pada hidupku.  Sekarang, beban pikiranku malah makin bertambah seiring dengan bertambahnya hari. Aku mulai memikirkan nasib hidupku yang aku sendiri pun gatau.  Pikiran dan kekhawatiran yang jahat itu terus berjalan seolah di dalam kepala ngga ada lampu merah.  Makin tambah sedih saat melihat berita tentang kondisi di negaraku ini, dibandingkan manusia yang lain, aku juga ga ada apa-apanya. Aku bukan siapa-siapa.  Aku cuma mau berharap, tolong selamatkan keluargaku kali ini saja, Tuhan.  Aku ingin bisa berbakti. Rasanya aku tidak pantas untuk terus bernafas. Tolonglah kami, Tuhan.

Harus Terus Berjalan

 Pernah gak sih, di suatu pagi waktu kamu baru bangun tidur terus kepikiran "ini hidup aku udah sampai di umur segini?" terus "ini beneran, habis ini kita harus terus hidup sampai batas waktu yang tertentu?".  Belakangan ini, aku selalu memikirkan kemungkinan kehidupanku selanjutnya. Usiaku sudah 22 tahun sekarang dan sebentar lagi aku akan di wisuda. Bayangkan, bapak ibuku sudah membiayaiku selama ini. Tapi, waktu aku tanya ke bapak "pak, kamu nyangka gak anakmu bentar lagi lulus kuliah?" eh malah ibuku yang jawab begini "ya kerasa lah! wong sudah keluar duit banyak!"  Ah, benar. Kuliah selama 4 tahun ini terlalu banyak menghabiskan tabungan orang tuaku. Haduh, tapi bagaimana ini? Aku harus melangkah ke kehidupanku sendiri. Aku belum siap. Bagaimana kalau anakmu ini sering membuat kesalahan?  Kehidupan kita tuh sebenarnya yang kita jalanin sekarang tuh masih belum ada apa-apanya ya? Aku takut. Keluargaku sudah cukup menderita terlalu lama. Kalau...

Tulisan Gak Penting

 Hari ini, hari minggu. Hari yang dimana aku bisa melakukan waktu membaca di e-book dengan judul buku yang aku lihat terlihat menarik atau rekomendasi dari sosial media.  Hari ini pun, aku di rumah sendiri. Aku gatau kenapa orang-orang suka menghabiskan waktu liburan mereka dengan berlibur. Aku tahu, setiap orang memiliki caranya sendiri. Tetapi menurutku, berdiam diri di rumah sampai merasa pusing karena terlalu lama berbaring dengan berbaur dengan orang lain dan ikut merasakan udara di situ adalah suatu hal yang kadang tak bisa di bandingkan—tapi bisa di perbincangkan.  Maksudku, untuk apa berdiri atau berada di banyak orang yang di dalam sudut kepala mereka sendiri pun banyak hal—mungkin positif atau negatif yang secara tidak langsung, kita ikut menyerapnya.  Terkadang, aku suka merasa pusing jika berada di banyak sekumpulan orang, sangat bersyukur Tuhan menciptakanku dengan memiliki tinggi badan yang bisa di bilang paling tinggi di antara teman-temanku. Bersyukur...

Ambang Batas

 Halo, seperti biasanya hari ini tidak ada yang spesial.  Hari ini aku habiskan untuk membaca beberapa judul buku, sebenarnya sejak pulang dari kegiatan bulan Januari kemarin. Aku memutuskan untuk kembali membaca. Sebenarnya membaca bukan suatu hal yang bisa aku jadikan pelarian karena terkadang saat aku membaca buku pun, sering tidak fokus dan kemana-mana. Tapi kadang aku juga senang setiap selesai membaca buku, aku selalu mempunyai ide untuk menulis. Setelah 2 tahun aku tidak menulis, rasanya aneh haha. Terkadang juga aku berpikir, entah darimana segala pikiran yang dapat merusak otak dan hari-hariku. Seolah untuk sehari saja aku tidak di biarkan oleh dunia ini untuk tenang. Tapi, apa benar seperti itu? Atau memang hanya aku yang terlalu mendramatisir segala keadaan? Tapi sekali lagi, bukankah sikap setiap manusia terhadap dunia itu berbeda? Aku sebenarnya tidak yakin, apa yang aku ketahui tentang dunia ini.  Perasaanku setiap harinya selalu sama. Hanya beraktivitas tan...

Tulisan 1

Semoga saat semua terasa lebih ikhlas dan melepas, Tuhan dengan bangga memperkenalkan kepadaku sosok yang selama ini kucari. Bukan, mungkin bukan dirimu tetapi pria lain yang Tuhan takdirkan sebagai pelengkapku.  Yang mau setiap berjalan berdua, selalu membahas buku apa yang sedang di baca. Yang mau setiap berjalan berdua, selalu membahas isu yang tengah hangat di media sosial. Yang mau setiap makan berdua, selalu mewajari sikapku yang tidak pernah kenyang. Yang mau setiap berbicara berdua, selalu menenangkanku yang sering menangis tanpa sebab. Nanti, saat waktunya itu tiba. Aku harap semua ingatan tentangmu hilang dan di ganti dengan kenangan yang bisa ku ceritakan kepada orang tua dengan bangga.  Semoga, semoga Tuhan dapat memberiku sosok yang akan menjadi penyembuh traumaku sampai detik ini. Aamiin