Ambang Batas
Halo, seperti biasanya hari ini tidak ada yang spesial.
Hari ini aku habiskan untuk membaca beberapa judul buku, sebenarnya sejak pulang dari kegiatan bulan Januari kemarin. Aku memutuskan untuk kembali membaca. Sebenarnya membaca bukan suatu hal yang bisa aku jadikan pelarian karena terkadang saat aku membaca buku pun, sering tidak fokus dan kemana-mana. Tapi kadang aku juga senang setiap selesai membaca buku, aku selalu mempunyai ide untuk menulis. Setelah 2 tahun aku tidak menulis, rasanya aneh haha.
Terkadang juga aku berpikir, entah darimana segala pikiran yang dapat merusak otak dan hari-hariku. Seolah untuk sehari saja aku tidak di biarkan oleh dunia ini untuk tenang. Tapi, apa benar seperti itu? Atau memang hanya aku yang terlalu mendramatisir segala keadaan? Tapi sekali lagi, bukankah sikap setiap manusia terhadap dunia itu berbeda? Aku sebenarnya tidak yakin, apa yang aku ketahui tentang dunia ini.
Perasaanku setiap harinya selalu sama. Hanya beraktivitas tanpa merasakan apa-apa. Seolah aku hidup dengan bernafas, berjalan, mandi, makan, kuliah adalah salah satu bentuk kesukarelaanku pada Tuhan yang telah memberiku nyawa dan juga orang tua ku yang tanpa pernah lelah untuk memberiku nafkah sampai saat ini. Aku tidak jatuh cinta, aku tidak sedang menyukai siapa pun.
Terkadang aku berpikir, apakah di usiaku yang sudah 21 tahun ini adalah hal wajar jika tidak mempunyai siapapun yang aku cintai—bukan konteks keluarga, jelas aku mencintai dan menyanyangi mereka (tapi kadang juga benci)— padahal temanku selalu melakukan itu seolah jatuh cinta harus di nikmati sekarang, seperti tidak ada kehidupan lagi nantinya.
Tapi, jujur saja bukan masalah kalau aku tidak mempunyai seseorang yang aku cintai atau yang mengajakku berkencan. Aku hanya berpikir, apakah aku normal atau aneh? Benar-benar seperti aku hanya hidup dengan di gerakkan oleh naluri otakku saja, tidak hatiku juga.
Saat liburan kuliah pun, aku hanya menghabiskan waktu dengan menonton idolaku, membaca buku, menonton kartun tanpa sering keluar rumah. Aku tidak terlalu memikirkan kenapa aku tidak menghabiskan waktu di luar sana, aku sebenarnya memang jenuh tetapi aku selalu berpikir kalau aku memutuskan keluar rumah, aku hanya tidak tahu harus menghabiskan waktu dengan siapa dan dimana. Aku bahkan kadang tidak mempunyai rencana dalam hal seperti itu.
Aku mempunyai teman tetapi belakangan ini aku merasa tidak sedekat itu dengan siapapun meskipun aku selalu menceritakan kejadian lucu yang sering ku alami. Aku selalu menjadi periang di antara teman kuliahku karena aku sebenarnya memang tidak begitu dekat dengan mereka. Teman SMA ku pasti tahu kalau sebenarnya jika aku berada di satu lingkup lingkungan, aku akan lebih sering diam dan menikmatinya. Kurasa aku tidak perlu berkata banyak jika berada di dekat mereka —teman SMAku— karena aku mungkin sudah nyaman dengan mereka—meskipun aku sekarang merasa tidak sedekat itu—.
Mari bersama, tahun 2023 masih panjang dan akan mendebarkan. Mari bersama untuk menjaga tahun ini agar menjadi tahun yang baik untuk kita semua. Salam
Komentar
Posting Komentar