Terlalu Rumit untuk Di Mudahkan
Aku benci hujan. Karena, di situasi itu aku pernah bertemu dengan sosokmu yang entah kenapa seperti tak mengenaliku.
Kau patahkan hatiku, seperti kau tak pernah berbuat apa-apa di dalamnya. Kau dalami rasa sedihku dengan perlakuanmu yang setelah tidak denganku, kau seperti bahagia tanpa tahu malu.
Aku benci saat semua hal yang kau katakan maupun kau berikan selalu saja teringat meski aku ingin sekali melupakannya dengan cepat.
Kau pergi, seperti kita tidak pernah terjadi apa-apa sebelumnya. Lantas, untuk apa jika semua hal yang kau berikan kemarin? Jika kau pergi tanpa tahu bahwa tanganku masih ingin mencegahmu.
Yang kau butuhkan dan yang aku berikan selalu kurang. Mungkin karena kau belum mau menerima. Padahal, aku memberikannya tanpa pernah ada rasa kurang. Selalu aku lebihkan, agar bahagia.
Segalanya tak pernah berarti apa-apa di benakmu. Padahal di dunia ini, bahagia mudah di temukan.
Komentar
Posting Komentar