Biru Jadi Satu

Bisakah kamu sekali lagi saja, mengucapkan "Hai, apa kabar hari ini?".
Aku rindu.

Di setiap pertanyaan di setiap chatnya, aku selalu merasa bersyukur saat ternyata kamu juga peduli.

Setiap hal yang kamu ceritakan sampai penuhi notifikasi, aku selalu merasa senang saat ternyata kamu juga ingin aku dengarkan.

Ayo, katakan sekali lagi. Bagaimana serunya kita, senangnya kita, dan sebahagia apa kita dulu. Ayo, lagi.

Aku masih menunggu kamu akan mengucapkan semua itu lagi. Malam selalu tiba, aku masih selalu membaca ulang semua hal itu.

Saat rindu ada, aku beranikan untuk menyapamu duluan. Sudah, sudah centang dua. Aku tunggu, sampai mataku tak kuasa menahan kantuk.

Paginya, terbangun tapi tak ada balasan juga darimu. Aku sapa kembali—berniat mengucapkan selamat pagi. Ternyata, pradugaku salah. Centang yang aku inginkan biru, berubah menjadi centang satu.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Apa kabar?

Tulisan Gak Penting

Simbiosis Komensalisme